22 Macam-Macam Jenis Keju dan Fungsinya/Kegunaannya

Macam-macam Keju dan Fungsinya : Keju adalah salah satu jenis makanan sehat hasil dari fermentasi atau olahan dari susu kambing, susu sapi atau jenis susu lainnya. Keju memang menjadi salah satu jenis makanan sehat yang mempunyai cita rasa yang unik saat kita memakannya. Rasa asin dan gurihnya yang begitu khas membuat rasa khas dari keju ini banyak disukai oleh banyak orang. Ada banyak sekali makanan lezat dan menjadi salah satu makanan favorit banyak orang yang menggunakan bahan baku utama dari keju. Meski begitu, semua makanan berbahan keju ini tidak lantas menggunakan satu jenis keju yang sama lho!

jenis keju, macan macam keju,

Tapi ternyata ada banyak sekali jenis keju lho. Apa sih bedanya dari keju permasan, cheddar, mozarella, edam, dan aneka jenis keju lainnya itu? Yuk kita pelajari! Jangan sampai rasa masakan atau kue hasil buatan Anda jadi kurang lezat karena salah pilih keju. Karena keju juga memiliki bermacam-macam jenis keju berdasarkan rasa, bahan dan juga fungsinya. Kalau Anda ingin membuat kue, memasak atau mengolah makanan dari bahan keju, maka Anda wajib mengetahui beberapa jenis keju seperti dibawah ini.

"Macam-macam Keju dan Fungsinya"

1. Keju Parmesan.
Keju yang berasal dari Parma Italia ini termasuk kedalam jenis keju padat atau hard cheese. Keju parmesan terbuat dari susu sapi dan berwarna kuning pucat. Keju parmesan yang merupakan jenis keju keras atau hardcheese dari italia ini berwarna kuning pucat dengan lubang-lubang kecil sebesar jarum.

Perbedaan keju permasan: Keju parmesan umumnya menjadi matang dalam tiga bulan. Namun, proses pematangan dapat berlangsung hingga satu tahun dan membuat keju kehilangan lebih banyak air dan menjadi lebih keras. Pada umumnya, keju ini dibilang matang dan siap untuk di olah setelah 3 bulan. Namun ada juga yang dibiarkan keju ini matang hingga satu tahun lamanya.

Fungsinya keju permasan: Keju Parmesan biasanya sudah dijual dalam bentuk bubuk. Dan pada umumnya, jenis keju ini banyak digunakan sebagai taburan keju pada pasta, spaghetti, pizza, salad, sup, dan juga beberapa jenis kue kering seperti kastengels.
Pemanfaatan keju pamersan biasanya di kombinasikan dengan keju mozzarella. Kandungan lemaknya mencapai  61%. Kaju pamersan yang berusia muda biasanya dijual dalam kemasan dan sudah berupa parutan sehingga dapat digunakan sebagai taburan spagheti atau makaroni.

2. Keju Cheedar.
Keju Cheddar adalah jenis keju yang relatif agak keras, berwarna kuning pucat hingga putih gading, dan kadang-kadang memiliki rasa yang kuat. Keju ini berasal dari desa Cheddar di Somerset, Inggris dan merupakan keju yang paling populer di Britania Raya.
Untuk jenis keju yang satu ini, Anda pasti sudah sangat familiar sengan jenis keju ini bukan? Keju cheddar memang salah satu jenis keju yang paling populer, bahkan di negeri kita sendiri. Keju cheddar merupakan keju yang berasal dari desa Cheddar di Somerset, Inggris. Keju ini juga terbuat dari susu sapi dan termasuk ke dalam jenis keju keras.

Perbedaan keju cheedar: Warna yang menggoda pada jenis keju cheedar. Jika keju cheddar masih muda, warnanya terlihat kuning pucat dan tidak terlalu keras. Namun, jika usianya semakin tua, maka warnanya pun akan semakin kuning dan teksturnya semakin keras. Keju cheddar sendiri mengandung lemak sebanyak 48%.

Fungsinya keju cheedar: Pada umumnya, keju ini digunakan sebagai bahan dasar utama membuat kue dan makanan. Keju Cheddar juga merupakan salah satu keju yang paling umum tersedia dan digunakan di Indonesia sebagai bahan kue dan makanan. Keju cheddar memiliki kandungan lemak  mencapai 48 persen.

3. Keju Mozzarella.
Keju yang satu ini tentunya sudah sangat mudah kamu kenali. Bila Anda menjumpai makanan atau kue dalam keadaan panas lalu terdapat keju yang meleleh, bertekstur lembut, lentur dan elastis, itulah keju mozzarella!

Perbedaan keju mozzarella: Keju mozzarella adalah keju yang terbuat dari susu sapi segar. Memiliki tekstur yang lembut dan beraroma tajam. Keju mozzarella ini termasuk keju Italia atau jenis keju ini juga berasal dari Italia. Mozzarella biasanya terbuat dari susu sapi atau susu kerbau. Teksturnya lembut dan rasanya begitu creamy.

Fungsinya keju mozzarella: Keju mozzarella mengandung 40-50 persen lemak dan biasanya dimanfaatkan sebagai pelengkap dalam pengolahan pizza. Keju mozzarella pas digunakan untuk taburan makanan seperti pizza, pasta, rice baked, lasagna, macaroni schotel, dll. Bila memakai keju mozzarella, sebaiknya sajikan dalam keadaan hangat, karena jika sudah dingin keju mozzarella akan kembali mengeras.

4. Keju Edam.
Biasanya keju edam banyak dijumpai di sebuah festival atau pasar keju di Belanda. Bentuknya yang bulat dan dilapisi oleh lilin berwarna merah membuat keju ini mudah sekali untuk dikenali. Keju edam ini merupakan keju keras atau hard cheese yang terkenal dari Belanda. Keju ini dinamai Edam karena pertama kali dibuat di Edam, Holland Utara. Edam (bahasa Belanda Edammer) adalah keju yang berasal dari Belanda yang secara tradisional berbentuk bulat dan berwarna kuning terang dan dibungkus dengan parafin dan malam (zat) berwarna merah. Keju ini dinamai demikian karena pertama kali dibuat di Edam, Holland Utara. Keju Edam yang berumur setidaknya 17 minggu dibungkus oleh malam berwarna hitam, bukan merah atau kuning.

Perbedaan keju edam: Keju edam terbuat dari susu skim atau low fat, sehingga kandungan lemaknya tergolong cukup rendah jika dibandingkan dengan keju lainnya, yaitu mencapai 28%. Keju edam memiliki rasa yang sangat lembut dan cenderung seperti kacang. Baunya juga tidak begitu menyengat karena kandungan lemaknya yang rendah. Keju ini juga tidak berbau bila dibandingkan keju lainnya. Keju ini juga memiliki kandungan lemak jauh lebih rendah dibandingkan keju tradisional lainnya sebanyak 28 persen dengan kandungan protein sebanyak 25 persen. Keju Edam yang modern jauh lebih lembut dibandingkan keju yang lain, seperti Keju Cheddar, karena kandungan lemaknya yang lebih rendah.

Fungsinya keju edam: Keju edam sering digunakan untuk membuat kue kering seperti kastengel, nastar, cheese stick dan lain-lain.

5. Keju Gouda.
Selain keju edam, belanda juga mempunyai jenis keju gouda. Banyak yang bilang kalau keju ini termasuk salah satu jenis keju terlezat di dunia. Keju gouda terbuat dari susu sapi dan di fermentasikan selama 4 minggu, atau bahkan ada yang hingga satu tahun lamanya.

Perbedaan keju gouda: Keju gouda ini biasanya berbentuk bulat dan berwarna kuning, lapisan luarnya di lapisi oleh lilin. Tekstur dari keju ini sedikit keras, namun renyah. Namun apabila keju gouda ini di sajikan dalam keadaan panas, keju ini bisa meleleh seperti keju mozzarella.

Fungsinya keju gouda: Soal rasa, keju gouda ini jangan ditanya lagi, keju gouda ini punya rasa yang gurih dan creamy di lidah. Biasanya keju ini digunakan sebagai topping salad dan kaserol.

6. Keju Stilton.
Stilton adalah keju dari negara Inggris yang dibuat dengan menggunakan susu sapi yang di pasteurisasi. Keju yang berasal dari Inggris ini terbuat dari susu sapi yang telah mengalami proses pasteurisasi, yakni proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh bakteri, virus, protozoa, kapang, khamir, dan sejenisnya. Keju ini memiliki bentuk silinder tinggi dan memiliki kulit berwarna coklat yang tebal.

Perbedaan keju stilton: Keju stilton memiliki tekstur yang bercorak biru karena penambahan jamur pada proses pembuatannya. Keju Stilton memiliki bentuk silinder yang tinggi dengan kulit yang tebal, berkerut dan padat. Warna dari kulit tersebut adalah coklat keabu-abuan dengan bercak-bercak putih. Terdapat banyak sekali lubang-lubang kecil pada kulit keju ini. Lubang ini merupakan bekas tusukan jarum yang berfungsi agar udara dalam keju dapat keluar. Ada dua jenis keju stilton, yaitu keju stilton muda yang berwarna gading dan teksturnya sedikit rapuh, dan keju stilton tua yang berwarna gelap dan terdapat guratan corak biru yang menonjol.

Fungsinya keju stilton: Berat dari keju ini berkisar antara 2.5 kilogram atau 8 kilogram. Stilton pertama kali dipopulerkan oleh Bell Inn, yaitu sebuah penginapan bagi para wisatawan dari London yang hendak ke York. Keju Stilton muda berwarna seperti gading dan rapuh. Sedangkan keju Stilton tua memiliki warna yang lebih gelap dan memiliki corak biru yang lebih menonjol. Keju stilton ini banyak digunakan sebagai bahan campuran cake atau cookies.

7. Keju Chevre.
Chevre Cheese khas Prancis, jenis keju yang berbahan dasar dari susu kambing. Kalau jenis keju yang satu ini berasal dari Perancis yang terbuat dari susu kambing. Karena chevre sendiri dalam Bahasa Perancis yang berarti kambing. Kalau biasanya keju memerlukan fermentasi selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun, namun keju chevre hanya cukup di fermentasikan selama beberapa hari saja.

Perbedaan keju chevre: Tekstur keju chevre ini sedikit lembab, sedangkan rasanya sedikit asam seperti lemon dan sedikit ada rasa seperti kapur.

Fungsinya keju chevre: Keju ini biasanya digunakan untuk campuran makanan sehari-hari seperti mac and cheese, crumbled salad, dan juga sandwich.

8. Keju Emmental.
Emmental, Emmentaler, Emmenthal, atau Emmenthaler adalah keju dari Swiss yang dibuat dengan susu sapi mentah dan memiliki banyak lubang atau 'mata' yang berukuran besar. Keju ini dikenal sebagai 'keju Swiss' di Amerika Utara, walaupun keju Swiss tidak selalu merujuk kepada Emmental. Tiruan keju Emmental di Norwegia dikenal dengan nama Jarlsberg. Keju ini mendapatkan namanya dari daerah asalnya yaitu lembah Emme di Canton Bern dan telah mendapatkan sertifikasi dari AOC (Appellation d'Origine Controlee).

Perbedaan keju emmental: Keju emmental ini memiliki banyak sekali lubang di dalamnya. Lubang-lubang ini merupakan bekas gelembung gas karbon dioksida yang di timbulkan oleh bakteri Propionibacterium freudenreichii yang telah mengonsumsi asam laktat.

Fungsinya keju emmental: Keju emmental ini mudah sekali leleh, Karena itulah keju ini biasanya digunakan untuk memasak fondue, quiche, roti lapis keju bakar, kaserol dan cheese burger.

9. Keju Brie.
Keju brie adalah keju yang berasal dari Prancis yang lembut dan hanya mengandung lemak 45 persen.

Perbedaan keju brie: Mengenali keju ini sangat mudah karena kulit Keju Brie ini berwarna putih dan memiliki bintik-bintik pigmen kemerahan, beraroma tajam dan jika dimasak keju ini akan meleleh dan menyerupai krim.

Fungsinya keju brie: Keju brie banyak digunakan sebagai toping makanan seperti roti atau pizza.

10. Keju Camembert.
Keju camembert sangat mirip dengan keju brie dan termasuk kedalam keju yang berasal dari Prancis.

Perbedaan keju camembert: Keju camembert memiliki tekstur yang lembut dan bagian dalamnya berbentuk krim tanpa harus melalui proses pemasakan. Kandungan lemak didalam kaju camembert ini mencapai 45 persen.

Fungsinya keju camembert: Keju camembert ini banyak digunakan sebagai isi roti atau makanan, maupun bisa dijadikan toping makanan jenis roti atau pizza.

11. Keju Manchego.
Manchego adalah keju bertekstur keras dari daerah La Mancha di Spanyol yang dibuat dengan menggunakan susu domba yang dipasteurisasi. Keju ini merupakan keju yang berasal dari Spanyol yang paling populer dan di ekspor ke banyak negara di dunia.

Perbedaan keju manchego: Keju manchego ini memiliki tekstur yang padat dan kering dengan kulit yang melapisi kejunya seperti lilin. Bagian dalam dari keju ini memiliki lubang-lubang kecil.

Fungsinya keju manchego: Keju manchego ini banyak dijadikan sebagai bahan campuran makanan seperti roti dan jenis makanan cookies lainnya.

12. Keju Gorgonzola.
Keju Gorgonzola adalah jenis keju berwarna biru bertekstur lunak dari susu sapi yang di pasteurisasi yang berasal dari Italia. Jamur yang berwarna biru kehijau-hijauan ditambahkan pada keju ini sehingga rasanya menjadi tajam dan pedas. Keju Gorgonzola dibuat di sebuah desa di utara Italia yang bernama sama dengan keju ini yaitu gorgonzola.

Perbedaan keju gorgonzola: Keju gorgonzola ini biasanya dibungkus dengan kertas timah untuk menjaga kelembabannya. Warna Gorgonzola bervariasi dari putih hingga kuning jerami dengan urat-urat yang berwarna hijau atau biru kehijau-hijauan.

Fungsinya keju gorgonzola: Rasa dari keju ini bergantung pada lama pematangannya, semakin lama waktu pematangannya maka semakin tajam rasa keju tersebut. Biasanya jenis keju ini digunakan sebagai campuran makanan dan toping roti atau makanan cookies lainnya.

13. Keju Gruyere.
Keju Gruyere adalah jenis keju yang bertekstur keras yang dibuat dari susu sapi mentah dari daerah Gruyere di Swiss. Keju Gruyere dinamakan sesuai dengan desa tempat keju ini pertama kali dibuat. Kulit keju ini berkeriput dan berwarna coklat alami.

Perbedaan keju gruyere: Keju Gruyere memiliki kemiripan dengan keju Emmental, namun keju Gruyere memiliki warna kuning yang lebih gelap. Selain itu, proses pematangan Gruyere lebih lama dibandingkan dengan Emmental sehingga teksturnya lebih padat dan rasanya lebih tegas.

Fungsinya keju gruyere: Keju gruyere ini mudah sekali meleleh, Karena itulah keju ini biasanya digunakan untuk memasak fondue, quiche, roti lapis keju bakar, kaserol dan cheese burger.

14. Keju Ricotta.
Keju Ricotta adalah jenis keju segar yang berasal dari negara Italia yang dibuat dari air dadih sisa pembuatan jenis keju lain yang dimasak lagi. Ricotta berasal dari kata bahasa Latin yaitu 'recocta' yang berarti 'dimasak lagi'. Keju ini diproduksi di seluruh daerah di Italia.

Perbedaan keju ricotta: Keju ricotta ini memiliki rasa yang tidak terlalu manis dengan memiliki tekstur yang lembut dan warna yang putih seperti salju.

Fungsinya keju ricotta: Ricotta dapat dimakan begitu saja ataupun digunakan dalam lasagna, cannoli (kue dari Sisilia) dan hidangan-hidangan lainnya.

15. Keju Feta.
Keju feta ini terbuat dari 30% susu kambing yang dicampur dengan susu domba. Keju feta memiliki rasa yang tidak terlalu asin, aroma yang ringan dan tidak menyengat, teksturnya lembut dan memiliki lubang di permukaan keju feta tidak terlalu banyak. Keju terpopuler di Yunani ini biasanya dijual setelah mengalami proses pematangan selama dua bulan. Keju feta dijual dalam keadaan teredam air garam, agar rasanya lebih kuat. Jika Anda tidak menyukai rasa yang kuat, kita bisa mencuci keju feta dengan air bersih untuk menghilangkan rasa asinnya.

Fungsinya dan Kegunaannya Keju Feta.
Di Yunani yang merupakan negara asal keju feta ini, keju feta banyak digunakan sebagai bahan campuran salad tradisional Yunani. Selain itu keju feta juga banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kue dan bahan isian pada pizza. Keju feta ini juga sangat cocok jika dimakan dengan buah segar, atau isian pada sandwich, dan sebagai pendamping hidangan taco dari Mexico.

16. Keju Fontina.
Keju fontina ini terbuat dari susu sapi yang tidak melalui proses pasteurisasi. Kadar lemak yang terkandung dalam keju fontina mencapai 45%. Menghasilkan keju dengan tekstur yang lunak dan creamy, sedangkan untuk rasa keju fontina ini termasuk jenis keju dengan tekstur sangat lembut. Saat keju fontina dipanggang, keju ini akan lumer menjadi krim dengan tingkat kelembutan yang tinggi.

Fungsinya dan Kegunaannya Keju Fontina.
Kelembutan yang dihasilkan dari keju fontina ini yang menyebabkan keju ini menjadi pilihan utama untuk digunakan sebagai topping pizza dan sup di Italia. Keju asli asal Italia ini biasa dijual dalam bentuk potongan dengan warna kejunya kuning pucat. Keju fontina dijual setelah mengalami proses pematangan hingga 90 hari lamanya.

17. Keju Halloumi.
Keju halloumi ini pertama kali dibuat dengan campuran susu sapi dan kambing, berbeda dengan pembuatan keju halloumi yang sekarang yang lebih banyak menggunakan susu sapi saja. Kelebihan dari keju halloumi yang rasanya asin ini adalah titik lelehnya yang tinggi, sehingga dapat dengan mudah dijadikan keju panggang ataupun keju goreng.

Fungsinya dan Kegunaannya Keju Halloumi.
Keju halloumi biasanya disajikan pada bulan-bulan tertentu yang cuaca suhunya sedang hangat. Untuk menambah kesegaran, keju bertekstur lembut ini disajikan bersamaan dengan semangka. Sehingga Anda bisa membayangkan kesegarannya kan, bila keju halloumi ini disajikan dengan buah semangka segar.

18. Keju Havarti.
Keju havarti ini merupakan produk keju asli Denmark, tepatnya dari perkebunan Havarthigaard di Overod. Pemilik kebun ini adalah Hanne Nielsen seorang yang fokus mempelajari seni membuat keju. Agar lebih paham tiap jenis-jenis keju, dia melakukan perjalanan keliling Eropa. Keju havarti memiliki rasa yang khas, manis dengan sedikit asam dan gurihnya seperti mentega. Semakin tua usia keju havarti ini maka rasanya makin seperti kacang hazelnut dan asin. Keju ini memiliki aroma yang mirip dengan keju swiss.

Fungsinya dan Kegunaannya Keju Havarti.
Keju havarti ini memiliki warna krem kekuningan. Tekstur yang dihasilkan dari keju havarti ini semi kenyal. Sehingga keju ini sangat cocok bila dijadikan bahan isian kanape atau camilan ringan. Sebaiknya keju havarti disimpan di kulkas, karena termasuk jenis-jenis keju yang cepat melunak jika dibiarkan pada suhu ruang.

19. Monterey Jack.
Keju monterey jack ini dinobatkan sebagai keju asli Amerika, karena pertama kali dibuat di Monterey, California. Seorang pengusaha bernama David Jack, menyadari peluang bisnis dari keju ini. Sehingga dia mulai menjual keju ini keseluruh daerah di California. Sejak sukses dimana-mana, keju ini dikenal dengan nama monterey jack.

Fungsinya dan Kegunaannya Keju Monterey Jack.
Keju monterey jack ini banyak digunakan sebagai bahan masakan Spanyol dan Meksiko, karena memiliki rasa yang ringan dan mudah meleleh. Varian dari keju mounterey jack yang terkenal adalah pepper jack. Sesuai namanya, terdapat tambahan merica pada kejunya. Menghasilkan keju yang pedas, namun lembut di mulut. Keju ini sering dimakan bersama biskuit, hamburger, melon dan minyak zaitun.

20. Keju Provolone.
Keju provolone adalah salah satu dari jenis-jenis keju yang berasal dari Italia. Pembuatannya terletak di daerah lembah, Lombardy dan Veneto. Pembuatan keju ini dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan dengan menggunakan cara khusus, agar menghasilkan kualitas keju yang paling tinggi.

Provolone mengandung protein dan kalisum yang tinggi, di sisi lain natrium yang terkandung dalam keju ini juga tinggi. Kalori yang dihasilkan dari keju ini 10 kali lebih sedikit dibandingkan keju Swiss, namun kandungan sodiummnya lebih banyak 180 mg.

21. Keju Teleggio.
Keju teleggio ini termasuk dari jenis-jenis keju yang berasal dari Italia. Keju teleggio ini dinobatkan sebagai salah satu keju dengan tekstur lunak tertua yang masih diproduksi setiap musim dingin dan gugur. Selama proses pembuatan, keju teleggio ini disimpan di rak-rak kayu di ruangan yang seperti gua. Seminggu sekali keju taleggio dicuci dengan air laut untuk mencegah kutu dan jamur. Perlu waktu 6-10 minggu hinggak keju yang beraroma kuat ini mencapai kematangan yang sempurna.

22. Keju Roquefort.
Keju roquefort ini dikenal juga sebagai blue cheese. Karena keju ini terbuat dari susu domba dan ditambah dengan bakteri penicilium roqueforti. Setelah keju ini dimatangkan selama 5 bulan, maka akan menghasilkan keju dengan goresan biru di dalamnya. Tekstur keju ini sangat lembut, namun aromanya sangat kuat, seperti lap busuk.


Fungsinya dan Kegunaannya Keju Roquefort.
Keju roquefort ini sangat cocok bila dimakan bersama biskuit maupun menjadi isian roti sandwich. Selain itu keju ini juga dapat digunakan sebagai dressing dan potongan pada salad. Salah satu dari jenis-jenis keju dari Perancis ini sangat populer di negara asalanya. Bahkan kaisar Charlemagne sangat menyukai keju ini.

Demikianlah penjelasan dari 22 jenis keju berikut dengan perbedaan dan kegunaanya. Artikel tentang 22 jenis keju berikut perbedaan dan kegunaanya ini disadur dari berbagai sumber artikel yang membahas tentang keju, perbedaan keju dan kegunaan keju dari masing-masing jenis keju, pembahasan serta asal keju ini dibuat dari bahan susu apa dan berasal dari negara mana keju ini berasal.

Suka dengan artikel tentang 'Macam-macam Keju dan Fungsinya' Ini? Share Yuk, di media sosial Anda, agar saudara, teman, kerabat, kolega dan semakin banyak orang yang tahu tentang jenis keju, perbedaan dan kegunaannya untuk bahan makanan atau masakan. Semoga artikel macam-macam keju dan fungsinya ini semakin bermanfaat untuk orang banyak.

0 komentar